ALHIRA INDONESIA COM - Ragam Produk, Jasa dan Informasi

Produk, Jasa & Info


Oleh : Admin Alhira Indonesia  Dipublikasikan : 10 May 2012
 

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam dan salawat serta salam untuk nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.

Sahabat adalah orang orang yang bertemu dengan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam walaupun hanya sekali dalam keadaan beriman kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wasalam.

Apabila ada orang yang waktu bertemu atau berkumpul dengan Rasulullah dalam keadaan beriman, kemudian dia murtad (keluar dari Islam), maka orang tersebut tidak termasuk (tidak digolongkan) sebagai sahabat. Sebab waktu mati dia tidak dalam keadaan beriman tapi sudah murtad.

Para Sahabat ini adalah generasi terbaik umat ini, umat paling dicintai Allah Dan Rasulnya.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya, itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubat : 100)

Rasulullah Bersabda:

خير القرون القرن الذي بعثت فيهم ثمّ الذين يلونهم، ثمّ الذين يلونهم

Generasi paling baik adalah generasi dimana aku diutus (Shahabat, pent)  kemudian generasi selanjutnya (tabiin, pent) kemudian generasi Selanjutnya (Tabiut tabiin, pent). (Muttafaq alaih)

Diantara para Sahabat ada yang telah dijanjikan masuk surga, diantaranya adalah:

[1] Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu’anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Ia sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, kemanapun Nabi pergi, ia selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko.

[2] ‘Umar bin Khattab

Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua. Ia termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jago gulat dan gemar mabuk-mabukan. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya.

[3] ‘Ustman bin Affan

Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya, ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al-Qur’an.

[4] ‘Ali bin Abi Thalib

‘Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak.

[5] Thalhah bin Abdullah

Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia berasal dari suku Quraisy. Termasuk satu dari delapan orang yang paling awal masuk Islam. Saat berkecamuk perang Uhud, Thalhah ikut serta. Di arena tersebut ia menderita luka parah. Dia menjadikan dirinya sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan menancapkan diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus.

[6] Zubeir bin Awwam

Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya saat itu baru berumur 15 tahun.

[7] Sa’ad bin Abi Waqqas

Sa’ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan ia ikuti.

[8] Sa’id bin Zaid

Sa’id adalah di antara sahabat yang beruntung. Termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam. Dia masuk islam bersama-sama istrinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan ‘Umar bin Khattab.

[9] ‘Abdurrahman bin ‘Auf

‘Abdurrahman bin ‘Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia termasuk diantara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah yang didapatkan dengan perniagaan.

[10] Abu ‘Ubaidah bin Jarrah

Termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam.Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu ‘Ubaidah. “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah,” begitu kata Rasulullah. Abu ‘Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.

Berdasarkan Hadits Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam:

“Abu Bakar di surga, ‘Umar di surga, ‘Utsman di surga, ‘Ali di surga, Thalhah di surga, Az Zubair   di surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Abu Ubaidah bin Al Jarrah          di surga.” (HR at Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Albani).

[11] Al-Hasan bin ‘Ali

Al Hasan adalah cucu Rasululloh dan kesayangan beliau. Al Hadan adalah  amiril mu’minin putra Amirul mu’minin ‘Ali bin Abi Thalib

[12] Al-Husain bin ‘Ali

l-Husain adalah cucu Rasululloh dan kesayangannya. Beliau adalah putra Amirul mu’minin ‘Ali bin Abi Thalib. Dilahirkan pada Sya’ban tahun 4 H

Berdasarkan Hadits Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam:

“Al-Hasan dan Al-Husain keduanya adalah penghulu para pemuda di surga”. (HR. At Tirmidzi dan beliau menyatakan hadis ini shahih).

[13] Tsabit bin Qais

Tsabit adalah Tsabit bin Qais bin Syammaas Al Anshari Al Khazraji, khatib kaum Anshar.

Berdasarkan Hadits Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam:

“Sungguh engkau bukan termasuk penduduk neraka akan tetapi engkau adalah penduduk surga”. (HR. Al-Bukhori)

[14] Bilal bin Rabah

Bilal adalah muadzinnya Nabi Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam saat Nabi masih hidup.

Berdasarkan Hadits Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam:

dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda kepada Bilal, “Wahai Bilal, katakan kepadaku tentang amalan yang paling bisa diharapkan yang kamu lakukan dalam Islam, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di depanku di surga.” Bilal menjawab, “Aku tidak melakukan suatu amal yang paling bisa diharapkan menurutku daripada shalat sebanyak apa yang telah ditulis bagiku untuk melakukannya dan itu aku lakukan setiap aku bersuci kapan pun, di suatu waktu di malam atau siang hari.” ( HR. Bukhari dan Muslim)

[15] Keluarga Yasir

Yaitu yasir ,isrtinya yaitu  Sumayyah binti Khayyat, dan anaknya Ammar bin Yasir. Mereka adalah keluarga yang masuk islam di awal keislaman dan mereka mendapatkan siksaan dari kaum Quraisy. Dan Sumayyah binti Khayyat adalah wanita syahidah pertama dalam islam. Semoga Allah merahmati mereka

Berdasarkan Hadits Nabi Salallahu ‘alaihi Wa Salam:

“Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, karena sesungguhnya tempat kembali kalian adalah surga.”

[16] 'Ukasyah bin Mihshan 'Ukasyah

Ukasyah bin Mihshan 'Ukasyah meminta kepada Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam supaya mendo'akannya masuk dalam golongan orang yang masuk surga tanpa hisab dan adzab.

Lalu Rasûlullâh Shallallâhu 'Alaihi Wasallam menjawab: "Engkau termasuk dari mereka." Sebagaimana dalam riwayat Bukhari beliau berdo'a: "Ya Allâh jadikanlah dia termasuk mereka."

[17] Amr bin Uqaisy

Masuk surga dan blum shalat sama sekali. Amr bin Uqaisy masuk islam ketika perang uhud berkecambuk. Ketika peperangan usai, para shahabat Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam mengantarkannya ke rumah keluarganya dalam keadaan tubuh penuh luka. Sa’d bin Mu’adz mendatanginya dan mengatakan kepada saudarinya,

سَلِيهِ حَمِيَّةً لِقَوْمِكَ أَوْ غَضَبًا لَهُمْ أَمْ غَضَبًا لِلَّهِ فَقَالَ بَلْ غَضَبًا لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ

Tolong tanyakan kepadanya, (apakah dia melakukan ini) demi membela kaumnya, marah karena mereka ataukah marah karena Allâh Subhanahu wa Ta’ala? Amr menjawab, “Marah karena Allâh dan Rasul-Nya.”

Akhirnya karena luka yang teramat parah, beliau radhiyallahu ‘anhu meninggal dan masuk surga, padahal beliau radhiyallahu ‘anhu belum pernah menunaikan shalat meskipun sekali.

(H.R. Ibnu Ishaaq dengan sanad hasan, Ibnu Hisyaam (3/131). Lihat al Ishaabah, 2/519 dan diriwayatkan oleh Abu Dâwud, no. 2537; Juga diriwayatkan oleh al Hâkim dan beliau rahimahullah menyatakan hadits ini shahih dan penilaian beliau ini dibenarkan oleh adz-Dzahabi. Syaikh al-Albâni juga menilai hadits ini hasan, dalam Shahih Sunan Abi Dâud)

[18] Ahli Baiat Ridhwan / Perjanjian hudaybiyah

Baiat Ridhwan adalah baiat yang diambil oleh Rasulullah saw di Hudaibiyah bulan Dzul Qa’dah tahun enam hijriah manakala beliau mendengar bahwa Usman bin Affan yang beliau utus ke Makkah untuk bernegoisasi dengan orang-orang Quraiys.

Allah berfirman

Tidak sama di antara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan. Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik (Qs Al Hadid:10)

Yang dimaksud dengan Penaklukan adalah penaklukan Hudaibiyah, yaitu ketika Rasulullah membai’at shahabat-shahbatnya dibawah sebuah pohon, ketika yang berbaiat dengan Beliau sejumlah 1400 orang lebih, merekalah yang telah menaklukkan khaibar.  Rasulullah bersabda:

Tidak akan masuk neraka seorangpun yang pernah berbaiat dibawah pohon Hadits riwayat Muslim dalam Fadhailus Shahabah (163/2496)

[19] Sahabat Yang ikut Perang Badar

bahwa ahli Badar mempunyai keutamaan yang sangat besar yang tidak dapat dicapai oleh sahabat lainnya yang tidak ikut perang Badar.

Dari Jabir berkata : Rosululloh bersabda :

“Tidak akan masuk neraka orang yang ikut perang Badar dan perjanjian Hudaibiyyah.” (HR. Ahmad 14725 dengan sanad shohih, Lihat Ash Shohihah : 2160)

Semoga kita termasuk orang orang yang dimasukan dalam surga. Allahuma Aamiin.

Catatan:

Ini hanya beberapa sahabat yang masuk surga yang ana ketahui, apabila dari para pembaca ada yang mengetahui selain dari ini, kami mohon di beritahui.

Artikel: www.alhiraindonesia.com

Refrensi:

1. Majalah as-Sunnah

2. fokarliska.wordpress.com

3. kisahmuslim.com

4. kaahil.wordpress.com

 
 
 


Artikel yang Berkaitan :




Copyright 2012-2014 @AlhiraIndonesia.com - Ragam Produk, Jasa dan Informasi | All Rights Reserved.