ALHIRA INDONESIA COM - Ragam Produk, Jasa dan Informasi

RAGAM INFORMASI


Oleh : Admin Alhira Indonesia  Dipublikasikan : 26 June 2012
 
Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, Dzat yang telah menciptakan hidup dan mati untuk menguji manusia siapa yang terbaik amalannya. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan juga kepada keluarganya, shahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka denga baik.

Mimpi adalah keadaan di mana manusia mengalami suatu kejadian yang memberikan gambaran kehidupan lain yang terkadang bisa memberikan makna dalam kehidupan sesungguhnya. Dan ini dialami oleh setiap individu yang terobsesi untuk melakukan tindakan yang terekam di alam bawah sadar, sehingga memunculkan banyak fenomena pemikiran yang mendominasi pikiran manusia saat dia terlelap di dalam tidurnya.

Mimpi bisa jadi isyarat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada hambanya berupa berita baik ataupun buruk, dan mimpi ada yang memiliki makna, ada pula yang berupa mimpi kosong sekedar permainan syaithan terhadap manusia.

Diartikel ini kita akan mebahas mengenai cara mengetahui benar tidaknya mimpi seseorang atau diri sendiri ketika bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘Alaihi Wa Salam.

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa yang melihatku dalam tidurnya, berarti dia sungguh telah melihatku. Karena sesungguhnya syaithan tidak dapat menyerupaiku. Dan mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari 46 bagian Nubuwwah (kenabian).

Juga beliau riwayatkan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa yang melihatku dalam tidurnya, maka dia akan melihatku dalam keadaan jaga (tidak tidur), dan syaithan tidak bisa menyerupaiku.

Al-Imam Muslim meriwayatkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Siapa yang melihatku dalam tidurnya, maka sungguh dia telah melihatku, karena sesungguhnya syaithan tidak pantas menyerupaiku.

Maka siapapun yang memperhatikan hadits-hadits ini, tentu akan menemukan beberapa hal. Di antaranya:

1. Shahih (benarnya) mimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam tidur. Sehingga kalau ada seseorang yang datang kepadamu mengatakan bahwa dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (dalam mimpi), maka jangan kau dustakan.

2. Mimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak terbatas pada orang-orang shalih saja. Bahkan ahli maksiat juga bisa melihatnya, karena hadits-hadits tersebut tidak dikhususkan oleh apapun, bahkan diriwayatkan secara umum. Sebab itulah, Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa mimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlaku untuk orang yang shalih dan yang selain mereka.

3. Syaithan tidak mungkin menyerupai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini merupakan kesempurnaan pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.

4. Seharusnya seseorang memahami sifat-sifat fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar dapat mengenal dengan tepat, apakah betul yang dilihatnya adalah betul atau bukan. Karena syaithan sangat ahli berdusta, namun dia tidak mampu menyerupai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika ada seseorang datang dan menceritakan bahwa dia bermimpi melihat atau bertemu dengan Rasulullah shalallahu ‘Alaihi Wa Salam, kita katakan kepadanya “Ya".

Tapi tanyakan kepada dia bagaimana ciri ciri Rasulullah shalallahu ‘Alaihi Wa Salam yang dia lihat dimimpi.

Jika dia mengatakan: “ saya melihat seorang laki-laki memakai sorban di kepalanya, pakaiannya menyapu tanah, tidak mempunyai jenggot, di tangannya tergantung untaian biji-biji tasbih yang panjang.”

Maka kita katakan kepadanya: “Ini bukan mimpi bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tetapi syaithan.”

Karena syaithan tidak akan mampu datang dengan bentuk dan perawakan beliau yang telah diterangkan oleh nash-nash As-Sunnah yang sudah dikenal, bahwasanya keadaan atau ciri-ciri fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam demikian.. demikian. Jenggotnya demikian, pakaiannya demikian dan demikian.

Maka jika yang datang justru bertolak belakang atau berbeda dengan ciri-ciri beliau ini, ketahuilah bahwa itu bukan mimpi melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berkata  Fathul Mun’im: “Akan tetapi ciri-ciri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam perlu dikenal, karena syaithan berusaha menipu manusia dengan berbagai cara. Kadang dia menampakkan diri kepada seseorang seakan-akan dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal tidak. Dan ini adalah tipuan syaithan.

Tidak ada gunanya ucapan orang yang ada di dalam mimpi: “Saya adalah Rasulullah.” Atau ucapan orang yang dilihatnya bersama sosok itu di dalam mimpi: “Ini Rasulullah.” Karena syaithan mampu berdusta untuk dirinya atau untuk orang lain. Dan sudah banya manusia yang tersesat dalam masalah ini, terutama dari kalangan kaum tarekat sufiah atau sejenisnya, semoga Allah melindungi kita.

Maka dari itulah kita perlu mengetahui tentang ciri ciri fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam agar dikenal oleh orang yang melihat beliau dalam tidurnya, apakah dia benar-benar melihatnya, atau itu hanya tipuan syaithan.

Diantara ciri ciri fisik Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah:

1. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam seorang laki-laki yang berperawakan sedang, tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek.

2. Dadanya bidang.

3. Tidak terlalu jangkung atau terlalu pendek.

4. Tidak terlalu putih bule atau terlalu coklat (sawo matang), tapi antara keduanya.

5. Cerah warna kulitnya, semu kemerahan, seakan-akan wajah beliau seperti cahaya bulan yang indah.

6. Ukuran persendian tiap ruas tulang beliau cukup besar.

7. Kedua mata beliau lebar.

8. Hitam matanya sangat pekat.

9. Mulutnya lebar, giginya agak jarang dan bagian depan berkilau.

10. Hidungnya bagus.

11. Kedua tangannya besar.

12. Jenggotnya lebar dan tebal.

13. Rambutnya hitam, tidak keriting dan tidak pula terlalu lurus, panjangnya kadang sampai dekat telinganya. Uban di kepala dan di jenggotnya tidak sampai dua puluh helai.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: www.alhiraindonesia.com

Refrensi:

1. fadhlihsan.wordpress.com

2. yaaukhti.wordpress.com



Artikel yang Berkaitan :




Copyright 2012-2014 @AlhiraIndonesia.com - Ragam Produk, Jasa dan Informasi | All Rights Reserved.